Nyoman Suwirta Ketua Dekopinwil Bali Luncurkan Pendataan Koperasi Digital Terintegrasi GeoIntelligence, : Fondasi Tata Kelola Koperasi Masa Depan

Monday, 26 January 2026

Kami Jaya Sejahtera

 

Denpasar | Kspkamijayasejahtera.com — Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali periode 2025–2030 resmi meluncurkan program Sosialisasi Pendataan Koperasi Bali Secara Digital sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan kualitas pembinaan koperasi di Provinsi Bali. Program ini ditandai dengan terbitnya surat resmi Dekopinwil Bali Nomor 03/DKI-BALI/I/2026 tertanggal 23 Januari 2026.

Pendataan ini akan dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan Dashboard GeoIntelligence, sebuah sistem berbasis data spasial yang memungkinkan pemetaan koperasi secara akurat, rapi, dan mudah dianalisis. Seluruh pengurus dan pengelola koperasi anggota Dekopin di tingkat Provinsi Bali diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.

Ketua Dekopinwil Bali, I Nyoman Suwirta, menegaskan bahwa pendataan digital ini bukan sekadar administrasi, melainkan fondasi penting bagi penguatan koperasi Bali ke depan.

“Pendataan koperasi secara digital ini adalah langkah mendasar dan sangat strategis. Tanpa data yang rapi, valid, dan akurat, pembinaan koperasi tidak akan pernah tepat sasaran. Melalui sistem digital dan GeoIntelligence, kita ingin koperasi Bali dikelola dengan pendekatan modern, transparan, dan berbasis data,” tegas Nyoman Suwirta.

Ia menambahkan, data yang terintegrasi ini akan menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan, pemetaan kebutuhan pembinaan, hingga penyusunan program pengembangan koperasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Tiga Tahapan Pendataan

Pendataan Koperasi Bali secara digital akan dilaksanakan dalam tiga fase bertahap, guna menjamin kualitas dan validitas data:
Fase 1 (Tahap Awal – Selektif & Tertib Data)
Menargetkan 100 koperasi pertama, dilakukan secara selektif agar kualitas data sejak awal benar-benar rapi dan valid.
Fase 2 (Tahap Lanjutan)
Menargetkan minimal 70 persen koperasi di Bali telah masuk dalam sistem pendataan.
Fase 3 (Tahap Final)
Menargetkan 100 persen data koperasi terinput dan tervalidasi secara menyeluruh.

Menurut Nyoman Suwirta, pendekatan bertahap ini penting agar pendataan tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga menjamin akurasi.

“Kita ingin membangun database koperasi Bali yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar angka. Karena itu prosesnya bertahap, terukur, dan dikawal dengan serius,” ujarnya.

Pelibatan Media dan Publikasi

Sebagai bagian dari strategi komunikasi publik, Dekopinwil Bali juga akan menggelar Seremonial Pelantikan Pengurus Dekopinwil Bali, yang dirangkaikan dengan press release terkait inisiatif pendataan koperasi berbasis digital dan GeoIntelligence. Kegiatan ini akan melibatkan media massa sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.

Panduan Lengkap dan Helpdesk Disiapkan

Untuk memastikan kelancaran proses pendataan, Dekopinwil Bali telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung, antara lain:
Panduan pendataan ringkas sebagai petunjuk praktis,
Video tutorial pendataan langkah demi langkah,
Layanan Dukungan Teknis (WA Helpdesk) bagi koperasi yang mengalami kendala teknis atau kesulitan akses.

Ketua Dekopinwil Bali berharap seluruh koperasi di Bali dapat menyambut program ini dengan semangat kolaborasi.

“Koperasi adalah sokoguru perekonomian rakyat. Sudah saatnya kita kelola dengan cara yang lebih profesional, modern, dan adaptif terhadap teknologi. Digitalisasi ini bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” pungkas Nyoman Suwirta.

Dengan langkah ini, Dekopinwil Bali menegaskan komitmennya mendorong koperasi Bali agar semakin sehat, kuat, terpercaya, dan berdaya saing di era digital. (Tim Newsyess)